kunci Jawaban Tugas bahasa Indonesia kelas 12 Kurikulum 2013 28 sampai 29 semester 2



kunci Jawaban Tugas bahasa Indonesia kelas 12 Kurikulum 2013 28 sampai 29 semester 2-Baik langsung saja dapat kita bahas semuanya, bilamana ada salah kata atau jawaban mohon dikoreksi. Karena setiap jawaban ini murni dari buah hasil pemikiran saya sehingga belum tentu dapat benar seluruhnya.


Pada tugas ini, kalian diajak membandingkan dua teks opini yang berjudul 
“Menjual Sembari Menjaga Nirwana” dan “Tentang Baik dan Benar”. Kalian 
dapat membandingkan kedua teks tersebut dari berbagai aspek, baik fungsi 
sosial, struktur, maupun ciri kebahasaannya. 

Tentang Baik dan Benar
oleh: Agus Sri Danardana

(1) Menurut kalian, bagaimanakah berbahasa yang baik dan benar itu?

Jawaban : Secara sederhana, bahasa yang baik dan benar dapat dijelaskan  sebagai berikut. Bahasa yang baik adalah bahasa yang digunakan  sesuai dengan situasi pemakaiannya, sedangkan bahasa yang  benar adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan kaidah (aturan) bahasa. Karena ditentukan oleh banyak hal (seperti tempat, topik, dan tujuan pembicaraan serta kawan/lawan bicara), yang dapat memunculkan banyak ragam bahasa, ukuran bahasa yang baik (sesuai dengan situasi pemakaian bahasa) sering dipahami secara salah oleh banyak orang.

(2) Teks opini berisi gagasan pribadi atau usulan mengenai sesuatu. Menurut kalian, pada teks “Tentang Baik dan Benar”, gagasan apa yang hendak diungkapkan penulis?

Jawaban : Gagasan yang hendak di ungkapkan oleh penulis pada teks opini “ Tentang Baik dan Benar “ adalah mengenai tata penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar beserta penggunaannya.


(3) Baca dan cermati kembai teks tersebut. Argumentasi apa saja yang diutarakan penulis untuk mendukung gagasannya? Tuliskanlah argumentasi yang kalian temukan ke dalam kolom berikut


Argumentasi

1. Bahasa yang baik adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan situasi pemakaiannya, sedangkan bahasa yang benar adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan kaidah (aturan) bahasa.

2. Banyak orang yang menganggap bahwa bahasa Indonesia hanya memiliki satu warna/ ragam. Mereka tidak (mau) menyadari bahwa bahasa Indonesia memiliki banyak ragam, identik dengan keanekaragaman masyarakat penggunanya.

3. sesungguhnya orang tidak perlu berbahasa baku saat tawar-menawar di pasar atau sedang mengobrol dengan tetangga saat ronda.

4. sangatlah tidak pantas jika ada orang menggunakan bentuk-bentuk tidak baku itu dalam sebuah seminar, dengan teman akrabnya sekalipun.

5. Dalam batas-batas tertentu, pelanggaran atas penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar mungkin masih dapat dimaklumi.

6. Konon, setiap jengkal ruang (karakter) di surat kabar bernilai bisnis. Oleh karena itu, permakluman yang sama seharusnya tidak diberikan kepada penyiar yang membacakan tulisan itu untuk pendengar/pemirsanya.

7. Tidak berbeda dengan ragam bahasa yang lain, ukuran baik dan benar tetap dapat diterapkan pada dua ragam (iklan dan sastra) itu.

8. “Keanehan” berbahasa dalam iklan dan sastra (kalau memang ada) harus dipandang sebagai kreativitas berbahasa pembuat/pengarang selama tidak bertentangan dengan kaidah bahasa yang berlaku.

9. Keanehan berbahasa, karena sudah berlangsung lama dan berterima, sering tidak dianggap sebagai kesalahan.

10. Padahal, jika ditanya siapa yang memberi perhatian dan siapa yang memberi ucapan, pasti tidak ditemukan jawaban yang benar karena –nya dan di mengacu kepada orang ketiga: bukan orang pertama dan kedua yang sedang berdialog, baik dalam surat maupun pidato.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : kunci Jawaban Tugas bahasa Indonesia kelas 12 Kurikulum 2013 28 sampai 29 semester 2

0 komentar:

Post a Comment